,

Forum Kepala Desa Kecamatan Sungai Are Bagi-bagikan Uang 450 Ribu Untuk Media dan Lsm, ” Diduga Salah Penggunaan Dana Desa

oleh -290 Dilihat

OKU Selatan, kuntasnews–Forum Kepala Desa kecamatan Sungai Are membagikan-bagikan uang Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah (450.000), kepada wartawan dan Lsm. Uang itu diduga menggunakan anggaran dana desa.

Pertanyaannya, untuk apa pembagian uang tersebut dibagikan. Kalau untuk kerjasama Publikasi, artinya masing wartawan dan lsm harus menawarkan Profosal kerjasama. Dan tentunya masuk di dalam Rancangan Anggaran Penggunaan Belanja Desa (APBDes).

Kalau hanya untuk uang bagi-bagi saja, lantas dari mana uang itu bisa di alokasikan. Sementara anggara untuk kerjasama Publikasi tidak di anggarkan di APBDes dari masing-masing Desa di kecamatan Sungai Are.

Tentunya, sangat kuat dugaan akan adanya pengurangan anggaran dari penggunaan Dana desa yang dikelola, karena uang yang di Bagi-bagikan itu dengan jumlah yang sangat besar kalau dihitung dalam setiap orang yang menerimanya.

” Uang Bagi-bagi kepada media dan Lsm yang diberikan ini, bukan menutupi kinerja yang dilakukan kepala Desa di kecamatan Sungai Are, melainkan untuk jalinan kerjasama yang baik antara kepala Desa,” ungkap salah satu wartawan yang turut menerima uang tersebut.

Diduga para oknum wartawan dan Lsm yang mengambil uang sebesar Rp 450.000 ini diketahui belum ada proposal penawaran kerjasama untuk publikasi yang disampaikan kepada forum kepala desa kecamatan Sungai Are.

Ketua forum kepala desa kecamatan Sungai Are yang juga kepala desa Simpang Luas ketika dikonfirmasi mengatakan, uang untuk Bagi-bagi kepada media dan lsm tersebut telah habis. “Ia, juga telah ketombok, silahkan kedesa masing-masing, ” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Diketahui sebelumnya, pembagian uang kepada media dan lsm tersebut diberikan pasca Hari Raya idul Fitri kemarin.

Ketika dikonfirmasi kepada Camat Sungai Are, perihal pembagian uang Satu pintu untuk media dan lsm sebesar 450 ribu di Kecamatan Sungai Are tersebut, ‘ ” ia, menyampaikan itu tidak ada, ” jelasnya.

Sementara itu, salah Satu Wartawan  pada kesempatan ini mempertanyakan, jumlah uang yang diberikan kepada setiap media dan lsm itu. Apakah untuk biaya anggaran Publikasi setiap desanya, kalu ia, berapa besar anggaran publikasi media setiap desanya.

“Ini perlu kita ketahui, para kepala desa harus transparan terhadap besar anggaran publikasi di masing-masing desa. Selain itu mekanisme kerjasama yang sehat itu tidak seperti itu,” jelasnya

“Selain itu, jika uang yang dibagikan itu berasal dari anggaran dana desa untuk publikasi kegiatan di masing-masing desa di kecamatan Sungai Are, pencairan pun ada prosesnya, berita kegiatan dari desa tersebut harus tayang dulu baru bisa pencairan, bukan asal-asalan, karena itu uang negara yang harus dipertanggung jawabkan bukan untuk dibagikan,” tegasnya

Namun hal ini tidak dijalankan dengan semestinya, melainkan diduga hanya untuk melengkapi persyaratan penggunaan dana desa yang telah dianggarkan untuk publikasi media.

Langkah yang diambil oleh para kepala desa tersebut tidak¬† sesuai dengan ketentuan yang ada., ” Mungkin ini hanya modus untuk menghindari para wartawan dan Lsm agar dalam merealisasikan pembelanjaan dana desa tidak mendapatkan tuai kritikan, ” tambahnya.(SR)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.