Pemkab OKU Selatan Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Bersama Kemendagri Secara Daring

oleh -14 Dilihat

OKU Selatan, kuntasnews–Pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Drs. Herman Azedi, SKM. M.M, ikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah 2024, yang kembali dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Platform daring Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (29/04/2024).

Rapat ini secara khusus, difokuskan pada upaya pengendalian inflasi di daerah untuk tahun 2024, yang diikuti oleh Gubernur, Bupati/Wali Kota dan Pemangku Kepentingan lainnya Se Indonesia.

Dalam rapat ini, Tito memaparkan bahwa inflasi tahun ini mencapai 3,05 persen, meningkat dari sebelumnya yang berada di 2,75 persen. Hal ini dipengaruhi oleh situasi internal terkait Ramadan dan Lebaran Kemarin.

“Target range inflasi tahun ini adalah 2,5 persen dengan toleransi sebesar 1 persen, sehingga rentangnya berada di antara 1,5 persen hingga 3,5 persen. Meskipun angka inflasi saat ini masih dalam batas yang ditetapkan, perlu diwaspadai karena inflasi bulan Februari ke Maret naik sebesar 0,52 persen,” kata Tito.

Untuk saat ini, Tito menyebut telah terjadi penurunan harga untuk komoditas beras. Hal ini dikarenakan beberapa daerah sudah melakukan panen padi.

“Jangan sampai barang ini dikendalikan untuk pendistribusiannya. Jangan sampai terjadi penimbunan, kelangkaan dan harga kembali naik,” pesan Tito Karnavian.

Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian juga menyoroti harga daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai dan beberapa komoditas lainnya yang harganya hingga kini masih belum stabil, bahkan cenderung naik.

Tito berpesan, agar tim pengendalian inflasi bisa terus melakukan koordinasi dengan baik, sehingga pemantauan, pengendalian harga dan stok barang di seluruh daerah bisa terkendali dengan baik.

“Harga yang perlu dikhawatirkan yaitu daging ayam ras dan ayam telur ras. Beberapa daerah juga terjadi kenaikan harga bawang merah, ini terjadi karena permasalahan distribusi,” katanya.

Betempat di Ruang Vidcon Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKU Selatan Rakor ini turut ikuti oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Inspektorat, dan Kepala Bagian Ekonomi Setda OKU Selatan.(**)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.