,

Proses Pengajuan Pencairan di BPKAD OKU Selatan Diduga Banyak Kong Kali Kong dan Main Sabun

oleh -328 Dilihat

OKU Selatan, kuntasnews–Lambananya Pelayanan pengajuan pencairan yang diberikan pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, melalui Bidang Perbendaharaan dalam  Proses pencairan Biaya Pendampingan Pengobatan Pasien yang di ajukan pihak Dinas Sosial kabupaten OKU Selatan, melalui dana Bantu Sosial (Bansos) Tahun 2024.

Pasalnya, pengajuan terlampir lengkap dengan Profosal permohonan yang ditujukan kepada Bupati OKU Selatan Cq Kepala Dinas Sosial kabupaten OKU Selatan, diusulkan pada bulan Maret lalu. Hingga kini, berkas Profosal permohonan atas nama Pemohon bantuan tersebut tidak ada di Perbendaharaan BPKAD OKU Selatan.

Hal ini terungkap, disaat Pemohon mengkonfirmasi kepada salah Satu Staf di Perbendaharaan BPKAD OKU Selatan  Ana Tustiana mengatakan, bahwa berkas Profosal atas nama Pemohon belum masuk ke BPKAD, ” ujarnya dengan Nada acuh tak acuh. Senin. (06/05/2024).

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilisasi Sosial Evitha Winda, SE, M.M, melalui Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Cinderela Sayu, S.E.M.M menyampaikan bahwasanya, ” Berkas Profosal atas nama Pemohon telah diusulkan pencairanya kepada BPKAD OKU Selatan melalui Bidang Perbendaharaan pada Bulan Maret yang lalu, dan telah ada tanda terima dari para pegawai di BPKAD, ” terangnya.

Informasi yang dihimpun, berdasarkan keterangan dari Narasumber dengan proses permohonan pencairan yang sama melalui Dana Bantuan Sosial. Kalau prosesnya, dikawal dari pihak pemohon, apalagi yang bawa Anggota DPRD Prosesnya hanya Tiga hari sudah bisa di Proses dari pihak BPKAD melalui Bidang Perbendaharaan, ” ungkapnya.

Terpisah, berdasarkan keterangan  berbagai sumber yang dihimpun dari  beberapa OPD, bahwa para Pegawai di Bidang Perbendaharaan sering datang terlambat, bahkan sudah siang baru datang.

Sementara berkas pencairan yang di usulkan dari masing-masing OPD telah dari beberapa hari yang lalu.  Bagaimana kerja akan bisa maksimal, kalau datang juga terlambat. Dan juga kuat dugaan ada kesenjangan dalam proses pelayanan yang diberikan pihak BPKAD dalam memberikan pelayanan.

Dengan demikian, diduga Birokrasi di BPKAD OKU Selatan ada permainan Kong Kali kong, pasalnya lanjut sumber media ini, bahwa setiap proses pencairan kalau ada Sabunya OPD tersebut akan didahulukan.

 ” Kalau OPD yang hanya memasukan saja,  tampa permainan Sabun, prosesnya akan lambat dalam pencairanya, ” ungkap mereka.(**)

Print Friendly, PDF & Email

No More Posts Available.

No more pages to load.